Hal ini membuat javascript semakin populer dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di Github.

Javascript awalnya bernama Mocha, lalu berubah menjadi LiveScript saat browser Netscape Navigator 2.0 rilis versi beta (September 1995). Namun, setelah itu dinamai ulang menjadi Javascript (source:wikipedia).
Akhirnya pada tahun 1996, Netscape mengirimkan standarisasi ECMA-262 ke Ecma International. Sehingga lahirlah standarisasi kode Javascript bernama ECMAScript atau ES. Saat ini ECMAScript sudah mencapai versi 8 (ES8) (source:wikipedia).
| Versi ECMAScript | Tahun Rilis |
| ES 1 | Juni 1997 |
| ES 2 | Juni 1998 |
| ES 3 | Desember 1999 |
| ES 4 | Terbengkalai |
| ES 5 | Desember 2009 |
| ES 5.1 | Juni 2011 |
| ES 6 | Juni 2015 |
| ES 7 | Juni 2016 |
| ES 8 | Juni 2017 |
Mengenal Console JavaScript
Ada yang mengatakan, belajar javascript itu susah, karena saat melihat hasilnya di web browser, pesan error-nya tidak tampil. Pendapat ini tidak benar. Karena kita bisa melihatnya melalui console.
Console Javascript dapat kita buka melalui Inspect Element->Console.

Di dalam console, kita bisa menulis fungsi atau kode-kode javascript dan hasilnya akan langsung ditampilkan.
Misalnya, mari kita coba kode berikut:
console.log("Hi apa kabar!");
alert("Saya sedang belajar javascript");



