<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CONTROL FLOW PHP &#8211; Citra Air Nusantara (CAN)</title>
	<atom:link href="https://citanusantara.id/tag/control-flow-php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://citanusantara.id</link>
	<description>Inovasi tanpa batas, solusi cerdas</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Jun 2024 00:23:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Icon-CAN-32x32.png</url>
	<title>CONTROL FLOW PHP &#8211; Citra Air Nusantara (CAN)</title>
	<link>https://citanusantara.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236061052</site>	<item>
		<title>Apa yang Baru di Laravel 11: Panduan Lengkap untuk Developer</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/06/23/apa-yang-baru-di-laravel-11-panduan-lengkap-untuk-developer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 00:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel 11]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[CONTROL FLOW PHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=3164</guid>

					<description><![CDATA[Laravel, framework PHP yang paling populer, terus berkembang dengan setiap rilis baru. Laravel 11 tidak terkecuali, membawa berbagai pembaruan dan fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengembang dan performa aplikasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi semua yang baru di Laravel 11, dari struktur aplikasi yang lebih sederhana hingga fitur-fitur baru yang canggih. 1. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Laravel, framework PHP yang paling populer, terus berkembang dengan setiap rilis baru. Laravel 11 tidak terkecuali, membawa berbagai pembaruan dan fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengembang dan performa aplikasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi semua yang baru di Laravel 11, dari struktur aplikasi yang lebih sederhana hingga fitur-fitur baru yang canggih.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Persyaratan Minimum PHP 8.2</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu perubahan terbesar di Laravel 11 adalah peningkatan persyaratan minimum PHP ke versi 8.2. Ini memastikan bahwa framework ini kompatibel dengan fitur dan optimasi terbaru dari PHP, memberikan performa yang lebih baik dan keamanan yang ditingkatkan​ (<a href="https://laravel.com/docs/11.x/releases" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel</a>)​​ (<a href="https://laraveldaily.com/post/laravel-11-main-new-features-changes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Daily</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Struktur Aplikasi yang Disederhanakan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 memperkenalkan struktur aplikasi yang lebih ramping. File <code>bootstrap/app.php</code> kini menjadi pusat konfigurasi aplikasi, mengatur routing, middleware, service providers, dan penanganan pengecualian. Ini mengurangi jumlah file default dan meningkatkan modularitas aplikasi​ (<a href="https://laravel.com/docs/11.x/releases" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel</a>)​​ (<a href="https://blog.laravel.com/laravel-11-now-available" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Blog</a>)​.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Konfigurasi Routing</strong></p>



<pre class="wp-block-code"><code>return Application::configure(basePath: dirname(__DIR__))
    ->withRouting(
        web: __DIR__.'/../routes/web.php',
        commands: __DIR__.'/../routes/console.php',
        health: '/up'
    )
    ->withMiddleware(function (Middleware $middleware) {
        // ...
    })
    ->withExceptions(function (Exceptions $exceptions) {
        // ...
    })
    ->create();
</code></pre>



<h3 class="wp-block-heading">3. SQLite sebagai Database Default</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Laravel 11, aplikasi baru secara default menggunakan SQLite untuk penyimpanan database. Ini menyederhanakan proses setup awal dan pengembangan, memungkinkan pengembang untuk langsung memulai tanpa perlu menginstal perangkat lunak tambahan atau membuat migrasi database​ (<a href="https://kinsta.com/blog/laravel-11/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kinsta®</a>)​​ (<a href="https://laraveldaily.com/post/laravel-11-main-new-features-changes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Daily</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Health Routing</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 memperkenalkan endpoint health-check di <code>/up</code> untuk memantau kesehatan aplikasi. Endpoint ini dapat digunakan oleh alat monitoring eksternal untuk memastikan bahwa berbagai bagian aplikasi berjalan dengan baik​ (<a href="https://blog.laravel.com/laravel-11-now-available" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Blog</a>)​​ (<a href="https://laraveldaily.com/post/laravel-11-main-new-features-changes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Daily</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Perintah Artisan Baru</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 menambahkan beberapa perintah <code>make:</code> baru, memungkinkan pengembang untuk membuat enums, interfaces, dan classes dengan lebih efisien. Berikut adalah beberapa perintah baru tersebut:</p>



<pre class="wp-block-code"><code>php artisan make:enum 
php artisan make:class 
php artisan make:interface</code></pre>



<h3 class="wp-block-heading">6. Laravel Reverb</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel Reverb adalah server WebSocket bawaan yang baru, memberikan kemampuan komunikasi real-time yang skalabel dengan integrasi mulus ke alat broadcast event Laravel, seperti Laravel Echo​ (<a href="https://laravel.com/docs/11.x/releases" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel</a>)​​ (<a href="https://blog.laravel.com/laravel-11-now-available" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Blog</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">7. Rate Limiting Per-Detik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur rate limiting per-detik memungkinkan pengembang untuk mengatur batasan permintaan pada tingkat yang lebih granular. Ini memberikan kontrol yang lebih baik atas bagaimana API membatasi jumlah permintaan​ (<a href="https://blog.laravel.com/laravel-11-now-available" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Blog</a>)​​ (<a href="https://benjamincrozat.com/laravel-11" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DevMonthly</a>)​.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>RateLimiter::for('invoices', function (Request $request) {
    return Limit::perSecond(2);
});</code></pre>



<h3 class="wp-block-heading">8. Trait Dumpable</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Trait <code>Dumpable</code> baru menggantikan metode <code>dd()</code> dan <code>dump()</code> yang ada, membuat debugging lebih konsisten di seluruh framework​ (<a href="https://kinsta.com/blog/laravel-11/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kinsta®</a>)​​ (<a href="https://benjamincrozat.com/laravel-11" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DevMonthly</a>)​.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>use Illuminate\Support\Traits\Dumpable;

class Address {
    use Dumpable;

    // ...
}

$address = new Address;
$address->setThis()->dd()->setThat();</code></pre>



<h3 class="wp-block-heading">9. Manajemen Konfigurasi yang Disederhanakan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Semua pengaturan konfigurasi kini dikonsolidasikan ke dalam satu file <code>.env</code>, menyederhanakan alur kerja pengembangan dan meningkatkan organisasi proyek​ (<a href="https://kinsta.com/blog/laravel-11/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kinsta®</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">10. Pembaruan Model Casting</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 memperkenalkan metode <code>casts()</code> untuk mendefinisikan casting atribut dalam model Eloquent, memberikan fleksibilitas dan kejelasan yang lebih baik dalam penanganan atribut​ (<a href="https://benjamincrozat.com/laravel-11" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DevMonthly</a>)​.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>class User extends Model {
    protected function casts() : array {
        return &#91;
            'foo' => AsCollection::using(FooCollection::class),
        ];
    }
}</code></pre>



<h3 class="wp-block-heading">11. Dropped Support for PHP 8.1</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan dukungan PHP 8.2 dan persiapan untuk PHP 8.3, Laravel 11 tidak lagi mendukung PHP 8.1, memastikan proyek-proyek Laravel menggunakan versi PHP yang lebih baru dan lebih aman​ (<a href="https://benjamincrozat.com/laravel-11" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DevMonthly</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">12. Default Testing Framework: Pest</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 mengganti framework pengujian default menjadi Pest, memberikan pengalaman pengujian yang lebih modern dan mudah digunakan​ (<a href="https://laraveldaily.com/post/laravel-11-main-new-features-changes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Daily</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">13. Default Migrations yang Terorganisir</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pembaruan lainnya di Laravel 11 adalah pengurangan jumlah file migrasi default menjadi dua, memberikan pengalaman yang lebih terorganisir dan mudah dikelola bagi pengembang​ (<a href="https://laraveldaily.com/post/laravel-11-main-new-features-changes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laravel Daily</a>)​.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 membawa banyak pembaruan dan fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengembangan dan performa aplikasi. Dari persyaratan PHP 8.2 hingga struktur aplikasi yang lebih sederhana dan fitur-fitur canggih seperti Laravel Reverb dan rate limiting per-detik, Laravel 11 memastikan bahwa framework ini tetap menjadi pilihan utama bagi pengembang PHP. Dengan semua perubahan ini, Laravel 11 mempermudah pengembang untuk membangun aplikasi yang cepat, aman, dan mudah dikelola.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat mencoba Laravel 11 dan eksplorasi semua fitur baru yang ditawarkan!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3164</post-id>	</item>
		<item>
		<title>CONTROL FLOW PHP #2</title>
		<link>https://citanusantara.id/2021/07/16/control-flow-php-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2021 09:07:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemrograman Web]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[CONTROL FLOW PHP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ngoding.abdrahman.my.id/?p=49</guid>

					<description><![CDATA[Control flow atau struktur kendali merupakan alur program ketika dibaca oleh interpreter php. PENGULANGAN for -&#62; didalam for ada 3 bagian yaitu : inisialisasi (menentukan variabel awal untuk pengulangan),&#160;kondisi&#160;terminasi (memberhentikan pengulangannya),&#160;increment/decrement (supaya pengulangannya bisa maju atau mundur). Contoh : while -&#62; pada dasarnya semua bagian yang ada pada while sama dengan for hanya saja posisinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Control flow atau struktur kendali merupakan alur program ketika dibaca oleh <em>interpreter</em> php. </p>



<span id="more-3228"></span>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pengulangan</strong> (Mengerjakan blok program tanpa menulis ulang script nya). Sintak yang perlu difahami : <strong>for</strong> , <strong>while</strong> ,<strong> do.. while</strong> , <strong>foreach</strong>)</li>



<li><strong>Pengkondisian</strong> (Sintak yang perlu difahami : <strong>if.. else</strong> , <strong>if.. else if .. else</strong> )</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>PENGULANGAN</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>for</strong> -&gt; didalam for ada 3 bagian yaitu :<strong> inisialisasi</strong> (menentukan variabel awal untuk pengulangan),&nbsp;<strong>kondisi&nbsp;terminasi</strong> (memberhentikan pengulangannya),&nbsp;<strong>increment/decrement</strong> (supaya pengulangannya bisa maju atau mundur). Contoh : </p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php
//Pengulangan
//for
//while
//do.. while
//foreach : pengulangan khusus array

//didalam for ada 3 bagian (1.inisialisasi), (2.kondisi terminasi), (3.increment/decrement)
// selama $i kurang dari 5, maka pengulangan akan terus dilakukan
for ($i = 0; $i &lt; 5; $i++) {
    echo "Latihan 1" . "&lt;br&gt;";
}</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>while</strong> -&gt; pada dasarnya semua bagian yang ada pada while sama dengan for hanya saja posisinya yang berbeda. Contoh :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php
//while

//inisialisasi
$i = 0;

//kondisi terminasi
while ($i &lt; 5) {
    echo "Latihan 1" . "&lt;br&gt;";

    //increment/decrement
    $i++;
}
</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>do.. while</strong> -&gt; sama dengan while namun ada sedikit perbedaan pada proses nya dimana lakukan kondisi perulangan selama kondisi true dan dijalankan sekali ketika dalam kondisi false, while di cek terlebih dahulu kondisinya, dan do.. while jalankan sekali baru cek kondisinya. Contoh :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php
//do.. while

$i = 0; // ketika sudah jalan coba ganti !i = 20
do {
    echo "Latihan 1" . "&lt;br&gt;";
    $i++;
} while ($i &lt; 5);
</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Latihan</strong>, silahkan buat kode html seperti gambar dibawah ini :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;!DOCTYPE html&gt;
&lt;html lang="en"&gt;

&lt;head&gt;
    &lt;meta charset="UTF-8"&gt;
    &lt;meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge"&gt;
    &lt;meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"&gt;
    &lt;title&gt;Latihan 2&lt;/title&gt;
&lt;/head&gt;

&lt;body&gt;
    &lt;table border="1" cellpadding="10" cellspacing="0"&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;1,1&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1,2&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1,3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1,4&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1,5&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;2,1&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;2,2&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;2,3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;2,4&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;2,5&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
        &lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;3,1&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;3,2&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;3,3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;3,4&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;3,5&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
    &lt;/table&gt;
&lt;/body&gt;

&lt;/html&gt;</code></pre>


]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3228</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
