<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laravel 10 &#8211; Citra Air Nusantara (CAN)</title>
	<atom:link href="https://citanusantara.id/tag/laravel-10/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://citanusantara.id</link>
	<description>Inovasi tanpa batas, solusi cerdas</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Jun 2024 04:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-Icon-CAN-32x32.png</url>
	<title>Laravel 10 &#8211; Citra Air Nusantara (CAN)</title>
	<link>https://citanusantara.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236061052</site>	<item>
		<title>Mengenal Laravel 11: Fitur dan Peningkatan Terbaru</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/06/01/mengenal-laravel-11-fitur-dan-peningkatan-terbaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 04:19:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel 11]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=3095</guid>

					<description><![CDATA[Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan banyak digunakan oleh para pengembang web. Laravel terkenal dengan sintaksisnya yang elegan, sederhana, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para pengembang. Versi terbaru, Laravel 11, hadir dengan sejumlah fitur baru dan peningkatan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. Pengenalan Laravel 11 Laravel 11 adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/06/Laravel-11-Abdul-Rahman.png" alt="" class="wp-image-3096" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/06/Laravel-11-Abdul-Rahman.png 1200w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/06/Laravel-11-Abdul-Rahman-300x169.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/06/Laravel-11-Abdul-Rahman-1024x576.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/06/Laravel-11-Abdul-Rahman-768x432.png 768w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan banyak digunakan oleh para pengembang web. Laravel terkenal dengan sintaksisnya yang elegan, sederhana, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para pengembang. Versi terbaru, Laravel 11, hadir dengan sejumlah fitur baru dan peningkatan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengenalan Laravel 11</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 adalah iterasi terbaru dari framework Laravel yang dirilis oleh Taylor Otwell dan tim Laravel. Versi ini membawa berbagai perbaikan dan fitur baru yang dirancang untuk membuat pengembangan aplikasi web menjadi lebih efisien dan menyenangkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Fitur Utama Laravel 11</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Pembaruan Sistem Auth</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 memperkenalkan sistem autentikasi yang lebih fleksibel dan mudah disesuaikan. Sistem ini memungkinkan pengembang untuk dengan mudah mengatur metode autentikasi yang berbeda seperti API token, OAuth, dan session-based authentication.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Komponen Livewire yang Lebih Baik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Livewire adalah library full-stack yang memungkinkan Anda membangun antarmuka pengguna dinamis menggunakan Laravel. Pada Laravel 11, Livewire mendapat sejumlah peningkatan performa dan kemudahan penggunaan, termasuk integrasi yang lebih baik dengan Alpine.js dan dukungan untuk komponen yang lebih kompleks.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Sanctum Token Expiry</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sanctum adalah sistem autentikasi sederhana untuk SPA (Single Page Applications) dan API. Pada Laravel 11, Sanctum memperkenalkan fitur pengaturan waktu kedaluwarsa token, yang memungkinkan pengembang mengatur masa aktif token untuk meningkatkan keamanan aplikasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Pembaruan Eloquent ORM</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Eloquent, ORM (Object-Relational Mapping) dari Laravel, mendapatkan pembaruan signifikan di Laravel 11. Fitur baru termasuk metode query yang lebih fleksibel dan peningkatan kinerja untuk operasi basis data besar. Eloquent juga mendapatkan dukungan untuk eager loading yang lebih efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Task Scheduling yang Lebih Baik</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur penjadwalan tugas pada Laravel 11 sekarang mendukung lebih banyak opsi konfigurasi dan peningkatan keandalan. Fitur ini memungkinkan pengembang untuk mengatur tugas yang kompleks dengan lebih mudah dan memastikan bahwa tugas berjalan sesuai jadwal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peningkatan Kinerja</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 fokus pada peningkatan kinerja, termasuk optimasi di berbagai bagian framework seperti routing, middleware, dan sistem cache. Peningkatan ini dirancang untuk mengurangi waktu respon aplikasi dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya server.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Integrasi dan Ekosistem</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 menawarkan integrasi yang lebih baik dengan berbagai alat dan layanan dalam ekosistem Laravel, seperti:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Laravel Octane</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel Octane adalah package yang memperkenalkan performa tinggi untuk aplikasi Laravel dengan menggunakan server yang berbasis Swoole atau RoadRunner. Laravel 11 mendukung Octane dengan lebih baik, memungkinkan aplikasi untuk melayani lebih banyak permintaan dengan waktu respon yang lebih cepat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Laravel Sail</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel Sail adalah alat yang memungkinkan pengembang untuk mengatur lingkungan pengembangan Laravel dengan Docker. Laravel 11 membawa peningkatan pada Sail untuk mendukung lebih banyak konfigurasi dan mempermudah pengaturan lingkungan pengembangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengembangan yang Lebih Mudah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 hadir dengan berbagai alat dan perbaikan yang dirancang untuk mempermudah proses pengembangan, seperti:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Jetstream</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jetstream adalah starter kit yang menyediakan autentikasi, pendaftaran, dua faktor autentikasi, manajemen sesi, API token, dan lain-lain. Laravel 11 membawa peningkatan pada Jetstream, termasuk dukungan yang lebih baik untuk stack teknologi terbaru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Laravel Mix</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel Mix adalah alat untuk mengelola dan mengkompilasi aset frontend seperti CSS dan JavaScript. Pada Laravel 11, Mix mendapatkan peningkatan performa dan fleksibilitas, mendukung lebih banyak konfigurasi dan pengaturan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dokumentasi dan Komunitas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel dikenal dengan dokumentasinya yang sangat baik dan komunitas yang aktif. Laravel 11 melanjutkan tradisi ini dengan menyediakan dokumentasi yang lengkap dan mudah diikuti, serta komunitas yang siap membantu melalui forum, Discord, dan platform lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><h3>Kesimpulan </h3></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Laravel 11 membawa berbagai peningkatan dan fitur baru yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja pengembang. Dengan sistem autentikasi yang lebih fleksibel, komponen Livewire yang lebih baik, pembaruan Eloquent ORM, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan, Laravel 11 adalah pilihan yang sangat baik bagi pengembang yang ingin membangun aplikasi web modern dan efisien. Ekosistem yang kaya dan dukungan komunitas yang kuat membuat Laravel 11 menjadi salah satu framework PHP terbaik yang tersedia saat ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3095</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Validasi, Create, Update dan Delete data pada Laravel 10 #7</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/30/validasi-create-update-dan-delete-data-pada-laravel-10-7/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 14:40:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2967</guid>

					<description><![CDATA[Setelah berhasil menampilkan data yang ada pada database dengan menggunakan controller dan model pada laravel 10, sekarang kita akan menambahkan fungsi tambah data. Berikut adalah langkahnya : Buka file web.php, lalu ketikan kode berikut : Penjelasan Route::get('/students/create', [StudentsController::class, 'create'])-&#62;name('create'); Dengan demikian, baris kode ini secara umum berarti: &#8220;Pada aplikasi ini, saat ada HTTP GET request [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah berhasil menampilkan data yang ada pada database dengan menggunakan controller dan model pada laravel 10, sekarang kita akan menambahkan fungsi tambah data. Berikut adalah langkahnya :</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buka file web.php, lalu ketikan kode berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>Route::get('/students/create', &#91;StudentsController::class, 'create'])-&gt;name('create');</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Route::get('/students/create', [StudentsController::class, 'create'])-&gt;name('create');</code></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>Route::get</code>&nbsp;berfungsi untuk mendefinisikan sebuah rute baru dengan metode GET pada aplikasi web Laravel.</li>



<li><code>'/students/create'</code>&nbsp;adalah URL endpoint yang akan menanggapi request dengan metode GET. Dalam konteks ini, &#8216;/students/create&#8217; mungkin dipakai untuk menampilkan form untuk membuat data student baru.</li>



<li><code>StudentsController::class, 'create'</code>&nbsp;akan memanggil method &#8216;create&#8217; dalam controller &#8216;StudentsController&#8217;. Method ini biasanya digunakan untuk menampilkan view atau form pembuatan data baru dalam paradigma MVC.</li>



<li><code>-&gt;name('create')</code>&nbsp;adalah nama yang diberikan pada rute ini. Dengan memberikan nama pada rute, kita bisa merujuk pada rute ini dengan lebih mudah ketika menggunakannya untuk tujuan navigasi di dalam aplikasi, tanpa harus mengetahui URL sebenarnya.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, baris kode ini secara umum berarti: &#8220;Pada aplikasi ini, saat ada HTTP GET request ke &#8216;/students/create&#8217;, panggil method &#8216;create&#8217; dalam &#8216;StudentsController&#8217;, dan beri rute ini nama &#8216;create'&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah selanjutnya silahkan buat folder baru dengan nama <strong>students</strong>, kemudian setelah itu silahkan tambahkan 1 buah file dengan nama <strong>create.blade.php</strong></p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img decoding="async" width="326" height="188" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-28.png" alt="" class="wp-image-2969" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-28.png 326w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-28-300x173.png 300w" sizes="(max-width: 326px) 100vw, 326px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu tambahkan sintak html seperti dibawah ini</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;x-app-layout&gt;
    &lt;x-slot name="header"&gt;
        &lt;h2 class="font-semibold text-xl text-gray-800 leading-tight"&gt;
            {{ __('Create Data Students') }}
        &lt;/h2&gt;
    &lt;/x-slot&gt;

    &lt;div class="py-12"&gt;
        &lt;div class="max-w-7xl mx-auto sm:px-6 lg:px-8"&gt;
            &lt;div class="bg-white overflow-hidden shadow-sm sm:rounded-lg p-3"&gt;
                &lt;h4 class="mb-2"&gt;Create Data&lt;/h4&gt;

                &lt;div class="card"&gt;
                    &lt;div class="card-body"&gt;
                        -----------------------
                    &lt;/div&gt;
                &lt;/div&gt;
            &lt;/div&gt;
        &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
&lt;/x-app-layout&gt;
</code></pre>


]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2967</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menampilkan data dari database dengan Controller pada Laravel 10 #6</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/30/menampilkan-data-dari-database-dengan-controller-pada-laravel-10-6/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 07:52:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2951</guid>

					<description><![CDATA[Selanjutnya kita akan membahas mengenai controller, penjelasan detailnya bis di cek pada Dalam konteks Laravel, controller adalah kelas PHP yang bertanggung jawab untuk memproses permintaan HTTP dari pengguna dan mengembalikan respons yang sesuai. Controller menyatukan logika aplikasi dan memastikan bahwa permintaan dari pengguna diarahkan dengan benar ke model yang sesuai atau ke tampilan yang tepat. Model [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya kita akan membahas mengenai controller, penjelasan detailnya bis di cek pada </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Laravel, controller adalah <strong>kelas PHP yang bertanggung jawab untuk memproses permintaan HTTP dari pengguna dan mengembalikan respons yang sesuai</strong>. Controller menyatukan logika aplikasi dan memastikan bahwa permintaan dari pengguna diarahkan dengan benar ke model yang sesuai atau ke tampilan yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Model dalam Laravel adalah <strong>representasi dari tabel database</strong>. Dengan menggunakan model, pengembang dapat melakukan operasi-operasi database seperti membuat, membaca, mengupdate, dan menghapus data dengan sangat mudah dan efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langsung saja buka file StudentsController.php pada folder <strong>App/Http/Controller</strong>, selanjutnya tulis code berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>    public function index()
    {
        return view('students')->with(&#91;
            'students' => Students::all(),
        ]);
    }</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan :</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>public function index() {}</code>: Fungsi&nbsp;<code>index</code>&nbsp;dideklarasikan dalam kontroler. Biasanya fungsi ini digunakan untuk menampilkan daftar semua data tertentu, dalam hal ini data dari semua &#8220;Students&#8221;.</li>



<li><code>return view('students')</code>: Kode ini mengembalikan tampilan yang bernama &#8216;students&#8217;. Tampilan ini adalah halaman yang akan dilihat user saat fungsi ini dijalankan.</li>



<li><code>-&gt;with([ 'students' =&gt; Students::all(), ])</code>: Bagian ini mengirimkan data ke tampilan yang sedang dilihat. Fungsi&nbsp;<code>with</code>&nbsp;dalam Laravel digunakan untuk meneruskan data ke tampilan.</li>



<li><code>'students' =&gt; Students::all(),</code>: Berarti kita memberikan array assosiatif ke method&nbsp;<code>with</code>, dimana &#8216;students&#8217; adalah nama kunci yang akan digunakan di tampilan untuk mengakses data ini, dan&nbsp;<code>Students::all()</code>&nbsp;adalah operasi yang dipanggil pada model Eloquent&nbsp;<code>Students</code>&nbsp;untuk mendapatkan semua data siswa yang ada dalam database.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi dalam konteks lengkap, fungsi&nbsp;<code>index</code>&nbsp;ini mengambil semua data siswa dari database dan mengirimkannya ke tampilan &#8216;students&#8217; yang akan digunakan untuk menampilkan data siswa tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu lengkapi code pada file web.php sebagai berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>    // menampilkan data
    Route::get('/students', &#91;StudentsController::class, 'index'])->name('students');</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan :</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>Route::get('/students', [StudentsController::class, 'index'])-&gt;name('students');</code></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>Route::get('/students',</code>&nbsp;: Ini adalah bagian dari Route API Laravel, yaitu cara Laravel untuk mendefinisikan rute baru untuk aplikasi web Anda.&nbsp;<code>get</code>&nbsp;mengacu pada metode HTTP GET yang Paling Sering digunakan untuk mengambil sumber daya dari server. &#8216;/students&#8217; adalah URL atau jalur tempat pengguna akan terhubung ketika mereka mengetik &#8216;www.yourwebsite.com/students&#8217; di web browser mereka.</li>



<li><code>[StudentsController::class, 'index'])</code>&nbsp;: Ini menunjukkan bahwa ketika pengguna menavigasi ke &#8216;/students&#8217;, maka metode&nbsp;<code>index</code>&nbsp;dari&nbsp;<code>StudentsController</code>&nbsp;akan dipanggil.</li>



<li><code>-&gt;name('students');</code>&nbsp;: Menamai rute sangat bermanfaat jika Anda perlu merujuk ke rute khusus di tempat lain di aplikasi web Anda. Anda hanya perlu merujuk ke nama rute dan Laravel akan mengetahui URL yang harus digunakan. Dalam hal ini, rute dinamai &#8216;students&#8217;.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, kode ini menginstruksikan Laravel untuk memanggil metode&nbsp;<code>index</code>&nbsp;pada&nbsp;<code>StudentsController</code>&nbsp;ketika seseorang mengakses &#8216;www.yourwebsite.com/students&#8217; dan memberi nama &#8216;students&#8217; ke rute ini untuk merujuk dengan mudah di tempat lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya kita akan menambahkan beberapa data didalam database sebagai berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1025" height="401" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-26.png" alt="" class="wp-image-2955" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-26.png 1025w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-26-300x117.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-26-768x300.png 768w" sizes="(max-width: 1025px) 100vw, 1025px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu buka file <strong>students.blade.php</strong> dan tulislah code berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;x-app-layout>
    &lt;x-slot name="header">
        &lt;h2 class="font-semibold text-xl text-gray-800 leading-tight">
            {{ __('Students') }}
        &lt;/h2>
    &lt;/x-slot>

    &lt;div class="py-12">
        &lt;div class="max-w-7xl mx-auto sm:px-6 lg:px-8">
            &lt;div class="bg-white overflow-hidden shadow-sm sm:rounded-lg p-3">
                &lt;div class="p-2 text-gray-900">
                    &lt;h4>Students Data&lt;/h4>
                &lt;/div>
                &lt;div class="card">
                    &lt;div class="card-body">
                        &lt;table class="table table-sm table-striped table-bordered">
                            &lt;thead>
                                &lt;tr>
                                    &lt;th>No&lt;/th>
                                    &lt;th>Id Students&lt;/th>
                                    &lt;th>Full Name&lt;/th>
                                    &lt;th>Genre&lt;/th>
                                    &lt;th>Adress&lt;/th>
                                    &lt;th>Email&lt;/th>
                                    &lt;th>Phone&lt;/th>
                                    &lt;th>Action&lt;/th>
                                &lt;/tr>
                            &lt;/thead>
                            &lt;tbody>
                                @foreach ($students as $row)
                                    &lt;tr>
                                        &lt;th>{{ $loop->iteration }}&lt;/th>
                                        &lt;td>{{ $row->idstudents }}&lt;/td>
                                        &lt;td>{{ $row->fullname }}&lt;/td>
                                        &lt;td>{{ $row->gender == 'M' ? 'Male' : 'Female' }}&lt;/td>
                                        &lt;td>{{ $row->address }}&lt;/td>
                                        &lt;td>{{ $row->emailaddress }}&lt;/td>
                                        &lt;td>{{ $row->phone }}&lt;/td>
                                        &lt;td>                                           
                                            &lt;i class="fa fa-pencil-square-o"  aria-hidden="true" > | 
                                            &lt;i class="fa fa-trash" aria-hidden="true">&lt;/i>                                              
                                        &lt;/td>
                                    &lt;/tr>
                                @endforeach
                            &lt;/tbody>
                            
                        &lt;/table>
                    &lt;/div>
                &lt;/div>
            &lt;/div>
        &lt;/div>
    &lt;/div>
&lt;/x-app-layout>

Penjelasan :</code></pre>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>&lt;thead&gt;</code>: Ini adalah elemen HTML yang digunakan untuk membungkus baris tabel (<code>&lt;tr&gt;</code>) yang berisi sel header tabel (<code>&lt;th&gt;</code>). Biasanya berfungsi sebagai judul kolom dari tabel.</li>



<li><code>&lt;tr&gt;</code>&nbsp;adalah singkatan dari table row. Ini digunakan untuk mendefinisikan baris dalam tabel HTML.</li>



<li><code>&lt;th&gt;</code>&nbsp;adalah singkatan dari table head. Ini digunakan untuk mendefinisikan sel header dalam tabel HTML. Sel header adalah sel yang berfungsi sebagai judul kolom.</li>



<li><code>"No"</code>,&nbsp;<code>"Id Students"</code>,&nbsp;<code>"Full Name"</code>,&nbsp;<code>"Genre"</code>,&nbsp;<code>"Address"</code>,&nbsp;<code>"Email"</code>,&nbsp;<code>"Phone"</code>, dan&nbsp;<code>"Action"</code>&nbsp;adalah teks yang akan ditampilkan dalam sel header tabel tersebut.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi secara keseluruhan, kode ini mendefinisikan header tabel dengan kolom &#8220;No&#8221;, &#8220;Id Students&#8221;, &#8220;Full Name&#8221;, &#8220;Genre&#8221;, &#8220;Address&#8221;, &#8220;Email&#8221;, &#8220;Phone&#8221;, dan &#8220;Action&#8221;.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>&lt;tbody&gt;</code>: Ini digunakan untuk mendefinisikan bagian tubuh dari tabel HTML yang berisi baris dan kolom data.</li>



<li><code>@foreach ($students as $row) ... @endforeach</code>: Kode ini merupakan loop dalam Laravel Blade yang berfungsi untuk mengulangi elemen dalam array&nbsp;<code>$students</code>. Setiap iterasi, sebuah elemen dari&nbsp;<code>students</code>&nbsp;diarahkan ke variabel&nbsp;<code>$row</code>.</li>



<li><code>&lt;tr&gt;</code>: Ini digunakan untuk membuat baris baru dalam tabel untuk setiap pengulangan.</li>



<li><code>&lt;th&gt;{{ $loop-&gt;iteration }}&lt;/th&gt;</code>: Ini menampilkan nomor iterasi untuk setiap pengulangan.&nbsp;<code>$loop</code>&nbsp;adalah variabel khusus Laravel yang tersedia dalam lingkup setiap foreach, yang memuat informasi tentang loop saat ini.</li>



<li><code>&lt;td&gt;{{ $row-&gt;xxx }}&lt;/td&gt;</code>:&nbsp;<code>&lt;td&gt;</code>&nbsp;digunakan untuk membuat kolom data dalam suatu baris tabel.&nbsp;<code>{{ $row-&gt;xxx }}</code>&nbsp;adalah sintaks Laravel Blade yang digunakan untuk menampilkan data dari variabel&nbsp;<code>$row</code>&nbsp;dengan xxx sebagai properti dari objek&nbsp;<code>$row</code>.</li>



<li><code>{{ $row-&gt;gender == 'M' ? 'Male' : 'Female' }}</code>: Ini adalah operan kondisi ternary dalam PHP. Jika jenis kelamin mahasiswa adalah &#8216;M&#8217;, maka &#8216;Male&#8217; akan ditampilkan, jika bukan, maka &#8216;Female&#8217;.</li>



<li><code>&lt;i class="fa fa-pencil-square-o" aria-hidden="true"&gt;&lt;/i&gt;</code>&nbsp;dan&nbsp;<code>&lt;i class="fa fa-trash" aria-hidden="true"&gt;&lt;/i&gt;</code>: Ini adalah ikon berkelas Font Awesome yang bisa digunakan untuk berbagai aksi seperti edit (pensil) dan delete (trash).</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, kode ini membuat tabel datanya, lalu me-loop array&nbsp;<code>$students</code>&nbsp;untuk menampilkan setiap mahasiswa pada barisnya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>NOTE :</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tampilan website berantakan jangan lupa untuk menambahkan link css dan icon pada file <strong>app.blade.php</strong> pada folder layouts.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>        &lt;!-- Fonts -->
        &lt;link rel="stylesheet" href="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/font-awesome/4.7.0/css/font-awesome.min.css">
        &lt;link rel="preconnect" href="https://fonts.bunny.net">
        &lt;link href="https://fonts.bunny.net/css?family=figtree:400,500,600&amp;display=swap" rel="stylesheet" />
        &lt;link href="https://cdn.jsdelivr.net/npm/bootstrap@5.3.2/dist/css/bootstrap.min.css" rel="stylesheet" integrity="sha384-T3c6CoIi6uLrA9TneNEoa7RxnatzjcDSCmG1MXxSR1GAsXEV/Dwwykc2MPK8M2HN" crossorigin="anonymous">
        &lt;!-- Scripts -->
        &lt;script src="https://cdn.jsdelivr.net/npm/bootstrap@5.3.2/dist/js/bootstrap.bundle.min.js" integrity="sha384-C6RzsynM9kWDrMNeT87bh95OGNyZPhcTNXj1NW7RuBCsyN/o0jlpcV8Qyq46cDfL" crossorigin="anonymous">&lt;/script>
        @vite(&#91;'resources/css/app.css', 'resources/js/app.js'])</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya adalah sebagai berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1299" height="573" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-27.png" alt="" class="wp-image-2964" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-27.png 1299w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-27-300x132.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-27-1024x452.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-27-768x339.png 768w" sizes="(max-width: 1299px) 100vw, 1299px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2951</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memahami Koneksi, Konfigurasi dan Migration Database Pada Laravel 10 #5</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/30/memahami-koneksi-konfigurasi-dan-migration-database-pada-laravel-10-5-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2024 03:26:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2939</guid>

					<description><![CDATA[Hampir setiap aplikasi web modern berinteraksi dengan database. Laravel membuat interaksi dengan database menjadi sangat sederhana di berbagai database yang didukung menggunakan raw SQL, a&#160;fluent query builder, dan ORM Eloquent. Saat ini, Laravel menyediakan dukungan pihak pertama untuk lima database: Didalam laravel sudah memiliki tabel bawaan yang bisa kita gunakan, cara untuk memanggilnya adalah dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Hampir setiap aplikasi web modern berinteraksi dengan database. Laravel membuat interaksi dengan database menjadi sangat sederhana di berbagai database yang didukung menggunakan raw SQL, a&nbsp;fluent query builder, dan ORM Eloquent. Saat ini, Laravel menyediakan dukungan pihak pertama untuk lima database:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>MariaDB 10.2+ (<a href="https://mariadb.org/about/#maintenance-policy">Version Policy</a>)</li>



<li>MySQL 5.7+ (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/MySQL#Release_history">Version Policy</a>)</li>



<li>PostgreSQL 10.0+ (<a href="https://www.postgresql.org/support/versioning/">Version Policy</a>)</li>



<li>SQLite 3.8.8+</li>



<li>SQL Server 2017+ (<a href="https://docs.microsoft.com/en-us/lifecycle/products/?products=sql-server">Version Policy</a>)</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Didalam laravel sudah memiliki tabel bawaan yang bisa kita gunakan, cara untuk memanggilnya adalah dengan :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>php artisan migrate</code></pre>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-abdul-rahman wp-block-embed-abdul-rahman"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://citanusantara.id/2892/laravel-10/cara-membuat-login-dan-registrasi-pada-laravel-10-dengan-laravel-breeze-auth-scaffolding-4/
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dan langkah awal untuk membuat migrasi database sudah dilakukan bersamaan dengan membuat model <strong>Students</strong> dan sudah di bahas pada </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-abdul-rahman wp-block-embed-abdul-rahman"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://citanusantara.id/2853/laravel-10/mengenal-laravel-10-dan-cara-install-1/
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah selanjutnya buka file migrasi Student</p>



<pre class="wp-block-code"><code>database/migrations/2024_01_30_015431_create_students_table.php</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">dan sesuaikan isi file nya seperti code berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php

use Illuminate\Database\Migrations\Migration;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Support\Facades\Schema;

return new class() extends Migration {
    /**
     * Run the migrations.
     */
    public function up(): void
    {
        Schema::create('students', function (Blueprint $table) {
            // $table->id();
            $table->char('idstudents', 7);
            $table->string('fullname', 100);
            $table->enum('gender', &#91;'M', 'F']);
            $table->string('address', 100);
            $table->string('emailaddress', 100);
            $table->char('phone', 20);
            $table->primary('idstudents');
            $table->timestamps();
        });
    }

    /**
     * Reverse the migrations.
     */
    public function down(): void
    {
        Schema::dropIfExists('students');
    }
};
</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya kita akan edit Model Students</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php

namespace App\Models;

use Illuminate\Database\Eloquent\Factories\HasFactory;
use Illuminate\Database\Eloquent\Model;

class Students extends Model
{
    use HasFactory;

    protected $table = 'students';
    protected $primaryKey = 'idstudents';

    // mematikan autoincrement
    public $incrementing = false;
    public $timestamps = true;
}
</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian jalankan code di terminal</p>



<pre class="wp-block-code"><code>php artisan migrate</code></pre>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="865" height="370" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-24.png" alt="" class="wp-image-2942" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-24.png 865w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-24-300x128.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-24-768x329.png 768w" sizes="(max-width: 865px) 100vw, 865px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah selesai, selanjutnya kita akan menambahkan route baru untuk menampilkan data yang ada pada tabel students di database.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah awal silahkan buka file <strong>web.php</strong>, lalu buat route students dan di labeli dengan nama students seperti code berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>    Route::get('/students', function () {
        return view('students');
    })->name('students');</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan :</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kode di atas:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>Route::get</code>&nbsp;adalah cara Laravel untuk mendefinisikan rute baru.&nbsp;<code>get</code>&nbsp;merujuk pada metode HTTP GET, salah satu metode yang paling umum digunakan untuk membuat rute.</li>



<li><code>'/students'</code> adalah URL atau endpoint dari rute tersebut. Jadi saat pengguna mengunjungi situs web Anda di <code>yoursite.com/</code>students, mereka akan diarahkan ke rute ini.</li>



<li>Fungsi anonim <code>function () { return view('students'); }</code> adalah apa yang disebut sebagai &#8220;Closure&#8221; atau callback. Fungsi ini akan dipanggil ketika rute diakses. Fungsi ini mengembalikan tampilan (view) dengan nama &#8216;students&#8217;.</li>



<li><code>->name('students')</code> memberikan nama ke rute ini. Penamaan rute ini sangat bermanfaat untuk membangun link ke URL spesifik tersebut dalam kode Anda, tanpa harus mengetik URL secara manual.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, secara keseluruhan, kode ini menginstruksikan aplikasi Laravel Anda untuk merender tampilan &#8216;about&#8217; ketika pengguna mengakses <code>yoursite.com/</code>students dalam browser mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya pada tambahkan file students.blade.php pada folder views, lalu tuliskan baris code seperti dibawah ini :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;x-app-layout>
    &lt;x-slot name="header">
        &lt;h2 class="font-semibold text-xl text-gray-800 leading-tight">
            {{ __('Dashboard') }}
        &lt;/h2>
    &lt;/x-slot>

    &lt;div class="py-12">
        &lt;div class="max-w-7xl mx-auto sm:px-6 lg:px-8">
            &lt;div class="bg-white overflow-hidden shadow-sm sm:rounded-lg">
                &lt;div class="p-6 text-gray-900">
                    &lt;h4>Halaman Students&lt;/h4>
                &lt;/div>
            &lt;/div>
        &lt;/div>
    &lt;/div>
&lt;/x-app-layout>
</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian tambahkan menu navigasi pada file <strong>navigation.blade.php</strong> yang ada pada folder <strong>views/layouts</strong> seperti code berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;x-nav-link :href="route('students')" :active="request()->routeIs('students')">
    Student
&lt;/x-nav-link></code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Penjelasan :</p>



<p class="wp-block-paragraph"><code>&lt;x-nav-link :href="route('students')" :active="request()-&gt;routeIs('students')"&gt; Students &lt;/x-nav-link&gt;</code></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian ini adalah Laravel Blade component. Bila dipecah, berikut penjelasan untuk masing-masing bagian:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>&lt;x-nav-link&gt;</code>: Memanggil komponen Blade yang ditandai sebagai&nbsp;<code>nav-link</code>.</li>



<li><code>:href="route('students')"</code>: Sintaks ini mengatur nilai dari&nbsp;<code>href</code>&nbsp;sebagai hasil dari pemanggilan fungsi&nbsp;<code>route('students')</code>, yang berarti URL dari rute yang diberi nama &#8216;students&#8217; akan digunakan.</li>



<li><code>:active="request()-&gt;routeIs('students')"</code>: Menentukan apakah rute saat ini (&#8216;students&#8217;) adalah rute yang aktif. Fungsi&nbsp;<code>request()-&gt;routeIs('students')</code>&nbsp;mengembalikan nilai true atau false, tergantung pada apakah rute yang sedang diakses pengguna adalah rute &#8216;students&#8217; atau bukan.</li>



<li><code>Students &lt;/x-nav-link&gt;</code>: &#8220;Students&#8221; adalah teks tautan yang dilihat pengguna.&nbsp;<code>&lt;/x-nav-link&gt;</code>&nbsp;adalah penutup dari tag komponen.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi Kode ini menghasilkan link navigasi ke halaman &#8216;Students&#8217;. Jika pengguna sedang berada di halaman tersebut, link ini akan ditandai sebagai link &#8216;aktif&#8217;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka hasilnya adalah sebagai berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1280" height="598" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-25.png" alt="" class="wp-image-2949" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-25.png 1280w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-25-300x140.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-25-1024x478.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-25-768x359.png 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2939</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cara membuat Login dan registrasi pada Laravel 10 dengan Laravel Breeze Auth Scaffolding #4</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/27/cara-membuat-login-dan-registrasi-pada-laravel-10-dengan-laravel-breeze-auth-scaffolding-4/</link>
					<comments>https://citanusantara.id/2024/01/27/cara-membuat-login-dan-registrasi-pada-laravel-10-dengan-laravel-breeze-auth-scaffolding-4/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 03:40:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2892</guid>

					<description><![CDATA[Laravel Breeze adalah implementasi minimal dan sederhana dari semua fitur otentikasi Laravel, termasuk login, registrasi, reset kata sandi, verifikasi email, dan konfirmasi kata sandi. Selain itu, Breeze menyertakan halaman &#8220;profil&#8221; sederhana di mana pengguna dapat memperbarui nama, alamat email, dan kata sandinya. Lapisan tampilan default Laravel Breeze terdiri dari template Blade sederhana yang ditata dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Laravel Breeze adalah implementasi minimal dan sederhana dari semua fitur otentikasi Laravel, termasuk login, registrasi, reset kata sandi, verifikasi email, dan konfirmasi kata sandi. Selain itu, Breeze menyertakan halaman &#8220;profil&#8221; sederhana di mana pengguna dapat memperbarui nama, alamat email, dan kata sandinya. Lapisan tampilan default Laravel Breeze terdiri dari template Blade sederhana yang ditata dengan Tailwind CSS. Selain itu, Breeze menyediakan opsi scaffolding berdasarkan Livewire atau Inertia, dengan pilihan menggunakan Vue atau React untuk scaffolding berbasis Inersia. Source : <a href="https://laravel.com/docs/10.x/starter-kits#laravel-breeze">https://laravel.com/docs/10.x/starter-kits#laravel-breeze</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, Anda harus membuat aplikasi Laravel baru, mengkonfigurasi database Anda, dan menjalankan migrasi database Anda. Setelah Anda membuat aplikasi Laravel baru, Anda dapat menginstal Laravel Breeze menggunakan Composer:</p>



<pre class="wp-block-code"><code>composer require laravel/breeze --dev</code></pre>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1574" height="988" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9.png" alt="" class="wp-image-2894" style="aspect-ratio:16/9;object-fit:cover" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9.png 1574w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9-300x188.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9-1024x643.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9-768x482.png 768w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-9-1536x964.png 1536w" sizes="(max-width: 1574px) 100vw, 1574px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Composer menginstal paket Laravel Breeze, Anda dapat menjalankan perintah Breeze:install Artisan. Perintah ini menerbitkan tampilan autentikasi, rute, pengontrol, dan sumber daya lainnya ke aplikasi Anda. Laravel Breeze memublikasikan semua kodenya ke aplikasi Anda sehingga Anda memiliki kontrol penuh dan visibilitas atas fitur dan implementasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perintah Breeze:install akan meminta Anda memilih tumpukan frontend dan kerangka pengujian pilihan Anda:</p>



<pre class="wp-block-code"><code>php artisan breeze:install
</code></pre>



<pre class="wp-block-code"><code>blade</code></pre>



<pre class="wp-block-code"><code>no</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Ikuti langkah seperti gambar berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1583" height="418" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10.png" alt="" class="wp-image-2896" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10.png 1583w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10-300x79.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10-1024x270.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10-768x203.png 768w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-10-1536x406.png 1536w" sizes="(max-width: 1583px) 100vw, 1583px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1378" height="718" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-11.png" alt="" class="wp-image-2901" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-11.png 1378w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-11-300x156.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-11-1024x534.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-11-768x400.png 768w" sizes="(max-width: 1378px) 100vw, 1378px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah selesai install, kita akan membuat database baru dengan nama <strong>belajarlaravel10</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah membuat database silahkan buka file <strong>.env</strong> dan ubah database sesuai dengan database yang kita buat.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=belajarlaravel10
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya kita akan lakukan migrasi database dengan cara ketikan perintah berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>php artisan migrate</code></pre>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1409" height="349" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-12.png" alt="" class="wp-image-2902" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-12.png 1409w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-12-300x74.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-12-1024x254.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-12-768x190.png 768w" sizes="(max-width: 1409px) 100vw, 1409px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya lakukan installasi npm dengan perintah berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>npm install</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian jalankan npm yang sudah kita install dengan perintah berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>npm run dev</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, Anda dapat menavigasi ke URL /login atau /register aplikasi Anda di browser web Anda. Semua rute Breeze ditentukan dalam file rute/auth.php.</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="628" height="494" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-13.png" alt="" class="wp-image-2907" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-13.png 628w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-13-300x236.png 300w" sizes="(max-width: 628px) 100vw, 628px" /></figure>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="603" height="599" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-14.png" alt="" class="wp-image-2908" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-14.png 603w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-14-300x298.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-14-150x150.png 150w" sizes="(max-width: 603px) 100vw, 603px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://citanusantara.id/2024/01/27/cara-membuat-login-dan-registrasi-pada-laravel-10-dengan-laravel-breeze-auth-scaffolding-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2892</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memahami Proses Kerja File web.php Pada Folder ROUTES di Laravel 10 #3</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/27/memahami-proses-kerja-file-web-php-pada-folder-routes-di-laravel-10-3/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 03:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2885</guid>

					<description><![CDATA[Pada laravel 10, file web.php digunakan untuk memproses semua instruksi yang diberikan oleh controller lalu akan diampilkan pada view yang sudah kita tentukan. pada halaman web.php terdapat code seperti gambar diatas, artinya ketika aplikasi dijalankan pertama kali maka akan mengakses url ‘/’ atau http://127.0.0.1:8000/ dan akan menampilkan view ‘welcome’ pada folder resources/view. Untuk membuat function [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pada laravel 10, file web.php digunakan untuk memproses semua instruksi yang diberikan oleh controller lalu akan diampilkan pada view yang sudah kita tentukan.</p>



<pre class="wp-block-code"><code>&lt;?php

use Illuminate\Support\Facades\Route;

/*
|--------------------------------------------------------------------------
| Web Routes
|--------------------------------------------------------------------------
|
| Here is where you can register web routes for your application. These
| routes are loaded by the RouteServiceProvider and all of them will
| be assigned to the "web" middleware group. Make something great!
|
*/

Route::get('/', function () {
    return view('welcome');
});</code></pre>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1142" height="770" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-7.png" alt="" class="wp-image-2886" style="aspect-ratio:16/9;object-fit:cover" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-7.png 1142w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-7-300x202.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-7-1024x690.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-7-768x518.png 768w" sizes="(max-width: 1142px) 100vw, 1142px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">pada halaman web.php terdapat code seperti gambar diatas, artinya ketika aplikasi dijalankan pertama kali maka akan mengakses url ‘/’ atau http://127.0.0.1:8000/ dan akan menampilkan view ‘welcome’ pada folder <strong>resources/view</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk membuat function baru cukup dengan menambahkan dibawah code function yang lama, seperti contoh berikut :</p>



<pre class="wp-block-code"><code>Route::get('/', function () {
    return view('coba');
});</code></pre>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya kita akan membuat sebuah halaman pada folder resource yaitu <strong>coba.blade.php</strong> yang berfungsi untuk menampilkan Halaman Coba.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1313" height="868" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-8.png" alt="" class="wp-image-2889" style="aspect-ratio:16/9;object-fit:cover" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-8.png 1313w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-8-300x198.png 300w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-8-1024x677.png 1024w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-8-768x508.png 768w" sizes="(max-width: 1313px) 100vw, 1313px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Struktur Folder Pada Laravel 10 #2</title>
		<link>https://citanusantara.id/2024/01/27/struktur-folder-pada-laravel-10-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 02:42:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Laravel 10]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://abdulrahmann.com/?p=2870</guid>

					<description><![CDATA[Pada laravel 10 struktur folder bisa dibaca pada dokumentasi yang sudah sisiapkan oleh laravel. Sama hal nya dengan Codeigniter 4, Laravel juga menggunakan konsep MVC (Model, Views dan Controller). Pada laravel 10 ada 2 struktur yang perlu difahami yaitu : Pada Root Directory harus memahami hal hal sebagai berikut: Pada App Directory harus memahami hal hal sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pada laravel 10 struktur folder bisa dibaca pada <a href="https://laravel.com/docs/10.x/structure" target="_blank" rel="noreferrer noopener">dokumentasi</a> yang sudah sisiapkan oleh laravel. Sama hal nya dengan Codeigniter 4, Laravel juga menggunakan konsep MVC (Model, Views dan Controller).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada laravel 10 ada 2 struktur yang perlu difahami yaitu :</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><a href="https://laravel.com/docs/10.x/structure#the-root-directory">The Root Directory</a></li>



<li><a href="https://laravel.com/docs/10.x/structure#the-app-directory">The App Directory</a></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Root Directory harus memahami hal hal sebagai berikut:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="499" height="373" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-4.png" alt="" class="wp-image-2871" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-4.png 499w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-4-300x224.png 300w" sizes="(max-width: 499px) 100vw, 499px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada App Directory harus memahami hal hal sebagai berikut :</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="683" height="466" src="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-5.png" alt="" class="wp-image-2872" srcset="https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-5.png 683w, https://citanusantara.id/wp-content/uploads/2024/01/image-5-300x205.png 300w" sizes="(max-width: 683px) 100vw, 683px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk penjelasan detailnya bisa cek langsung pada dokumentasi laravel 10 pada link berikut :</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href=" https://laravel.com/docs/10.x/structure"> https://laravel.com/docs/10.x/structure</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk beberapa struktur yang harus difahami bisa cek link berikut :</p>



<figure class="wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://citanusantara.id/826/pemrograman-web-lanjut/struktur-folder-pada-laravel-belajarlaravel-2/
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2870</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
