Baturaja, 10 Desember 2025 – Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja
menyelenggarakan Diskusi Online bertema “Mendorong Potensi Lokal dan UMKM
Menuju OKU Mandiri” melalui Zoom sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi
daerah. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum
yang memiliki perhatian terhadap isu pengembangan potensi lokal di Kabupaten Ogan
Komering Ulu. Antusiasme peserta menggambarkan tingginya kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja, Yahnu Wiguno Sanyoto,
M.I.P., membuka kegiatan melalui sambutan yang mendorong mahasiswa agar lebih peka
terhadap tantangan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa mahasiswa berperan
penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. “UMKM
telah menjadi fondasi utama perekonomian rakyat. Kemandirian daerah akan semakin kuat
apabila generasi muda turut berpikir dan bertindak untuk memajukan potensi lokal,” ujar
Yahnu. Pandangan tersebut memberi arah bahwa kegiatan akademik harus berdampak
langsung bagi masyarakat.

Narasumber pertama, Eko Mardiantoro, S.Sos, memaparkan kondisi UMKM di OKU dan
potensi sektor usaha yang terus berkembang. Penjelasannya menyoroti kekayaan lokal
yang meliputi kuliner tradisional, hasil pertanian, serta berbagai kerajinan khas masyarakat.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut membutuhkan sentuhan inovasi agar mampu
menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ia menekankan bahwa pelaku UMKM
memerlukan pendampingan berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat
lebih stabil.
Eko juga menilai bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi
nyata. Kreativitas mahasiswa dalam hal digitalisasi, pemasaran, dan inovasi produk
berpotensi mengubah wajah UMKM lokal menjadi lebih kompetitif. Ia menyampaikan
harapan agar kegiatan seperti ini dapat membuka pemahaman baru mengenai pentingnya
sinergi antara dunia pendidikan dan sektor usaha. Peserta terlihat tertarik pada berbagai
contoh keberhasilan UMKM yang berhasil naik kelas melalui pemanfaatan teknologi.
Narasumber kedua, Dr. Lisa Hermawati, S.Pd., M.Si, memberikan paparan mengenai
strategi pemberdayaan UMKM di tengah kemajuan teknologi. Penjelasannya
menggarisbawahi perlunya peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan,
peningkatan kualitas pemasaran, serta penguatan kemampuan branding. Ia menyampaikan
bahwa tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya pada aspek permodalan, tetapi juga
pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Dr. Lisa memaparkan bahwa pelaku UMKM memerlukan pendampingan dalam memahami
pemasaran digital, penggunaan media sosial secara efektif, hingga pengelolaan rantai pasok
secara profesional. Ia menilai bahwa keberadaan mahasiswa sebagai generasi digital
mampu mempercepat transformasi UMKM menuju era yang lebih modern. Perspektif
tersebut disambut positif oleh peserta yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai peluang
kolaborasi antara kampus dan UMKM.
Peran Amanda Jessy Carissa sebagai moderator menjadi bagian penting dalam menjaga
alur diskusi tetap dinamis. Kepiawaiannya dalam mengarahkan jalannya acara
memungkinkan peserta menyampaikan pertanyaan secara terbuka dan terarah. Interaksi
tersebut menciptakan suasana diskusi yang aktif serta membangun pemahaman bersama
mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.
Beberapa peserta menunjukkan ketertarikan pada isu pemasaran digital sebagai sarana
memperluas jangkauan produk lokal. Peserta mengajukan pertanyaan terkait pemanfaatan
platform digital, pengelolaan konten promosi, serta teknik membangun identitas merek.
Minat tersebut menunjukkan bahwa generasi muda OKU semakin menyadari pentingnya
digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil.
Kegiatan ini turut memamerkan produk UMKM lokal yang menjadi kebanggaan daerah,
seperti makanan khas, kerajinan tangan, dan produk olahan pertanian. Kehadiran contoh
produk tersebut memberikan gambaran nyata mengenai potensi besar yang dimiliki
masyarakat OKU dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Peserta dapat melihat langsung
bahwa potensi lokal sangat layak dikembangkan melalui pendampingan dan inovasi.
Para narasumber, mahasiswa, dan peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa
terus berlanjut sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman. Keinginan untuk
membangun kolaborasi yang berkelanjutan mencerminkan semangat masyarakat OKU
dalam memajukan UMKM. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata
bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta mendorong terwujudnya OKU yang mandiri dan
berdaya saing.






